”SEBUAH STRATEGI DAN ASPEK PEMASARAN DALAM PROSES BERWIRAUSAHA”

  1. PENGERTIAN PEMASARAN

Definisi marketing atau pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan suatu produk atau layanan yang mereka punya. Pemasaran ini mencakup pengiklanan, penjualan, dan pengiriman produk ke konsumen atau perusahaan lain.

Dalam melakukan promosi, mereka akan menargetkan orang-orang yang sesuai dengan produk yang dipasarkan. Biasanya mereka juga melibatkan selebriti, selebgram atau siapapun yang memiliki kepopuleran untuk mendongkrak produk tersebut. Tak hanya itu, dalam pemasaran, bagian yang memiliki tugas ini akan membuat kemasan atau desain yang menarik pada iklan sehingga akan banyak orang yang tertarik.

Selain itu, dengan adanya pemasaran juga sangat membantu para konsumen. Jadi mereka akan lebih mudah menemukan produk yang sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Ketika pemasaran sesuai dengan targetnya, perusahaan akan mendapatkan banyak pembeli dan keuntungan bisa didapatkan.

Pemasaran adalah kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen (probe), menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (product), menentukan tingkat harga (price), mempromosikannya agar produk dikenal kosumen (promotion), mendistribusikan produk ketempat konsumen (place).Tujuan pemasaran adalah bagaimana agar barang dan jasa yang dihasilkan disukai, dibutuhkan, dan dibeli oleh konsumen.

Prinsip dasar pemasaran yaitu menciptakan nilai bagi langganan (costum va/ue), keunggulan bersaing (competitive advantages) dan focus pemasaran (focus).

 

  1. PERENCANAAN PEMASARAN

Beberapa Iangkah dalam merencanakan pemasaran bagi usaha baru, yaitu sebagai berikut.

  1. Penentuan kebutuhan dan keinginan pelanggan riset pasar harus diarahkan dan dibutuhkan konsumen, berapa jumlahnya, Kualitas yang bagaimana, siapa yang membutuhkan, dan kapan mereka membutuhkan.
  2. Memilih pasar sasaran khusus (special target market) Ada tigajenis pasar sasaran khusus, yaitu sebagai berikut.
  3. Pasar individual (individual market).
  4. Relung pasar (niche market).
  5. Segmentasi pasar (market segmentation).
  6. Menempatkan Starategi Pemasaran dalam Persaingan

Ada 6 strategi untuk memenuhi permintaan dan Iingkungan yang bersaing yaitu sebagai berikut.

  1. Orintasi pada pelanggan (customer orientation).
  2. Kualitas (qua/ity), ialah mengutamakan TQM (Total Qua/ityManagement) yaitu efektif, efisien dan tepat.
  3. Kesenangan (convenience), yaitu memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup

 

 

kenyamanan, dan kenikmatan.

  1. lnovasi (inovation), yaitu harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, maupun proses.
  2. Kecepatan (speed), atau Time Compression Management (TCM), yang diwujud dalam bentuk:

1)   kecepatan untuk menempatkan produk baru dipasar;

2) memperpendek waktu untuk merespon keinginan dan kebutuhan pelanggan (Customer Response Time)

  1. Pelayanan dan kepuasan pelanggan.

 

  1. Pemilihan Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah paduan dari kinerja wirausaha dengan hasil pengujian penelitian pasar sebelumnya dalam hasil pengujian dan penelitian pasar sebelumnya dan mengembangkan keberhasilan strategi pemasaran.

 

  1. STRATEGI PEMASARAN
  2. Penelitian dan Pengembangan Pasar (Probe)

Keunggulan bersaing perusahaan baru terletak pada perbedaan (diferinsiasi) perusahaan tersebut dengan pesaingnya dalam hal:

  1. Kualitas yang Iebih baik;
  2. harga yang Iebih murah dan bisa ditawar;
  3. lokasi yang Iebih cocok, Iebih dekat, Iebih cepat;
  4. seleksi barang dan jasa yang Iebih menarik;
  5. pelayanan yang Iebih menarik dan Iebih memuaskan konsumen;
  6. kecepatan, naik dalam pelayanan maupun dalam penyaluran barang.
  7. Bagi usaha baru sangat cocok untuk menerapkan strategi “market driven” de

berdasarkan enam pondasi:

  1. orientasi konsumen,
  2. Kualitas,
  3. kenyamanan dan kesenangan,
  4. lnovasi,
  5. kecepatan,
  6. pelayanan, dan
  7. kepuasan pelanggan

 

Seperti terlihat pada gambar berikut ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Berorientasi pada Konsumen

Prinsip-prinsip pokok kepuasan pelanggan, yaitu sebagai berikut.

1)  Bila ada pelanggan yang merasa kurang puas, penuhilah secepat mungkin   kekurangan tersebut.

2)      Doronglah pelanggan untuk mengajukan keluhan bila kurang memuaskan.

3)      Mintalah umpan balik (feed-back) dari karyawan tetntang upaya perbaikan pelayanan yang harus diberikan kepada pelanggan.

4)      Buatlah komitmen untuk membuat pelayanan terbaik kepada konsumen.

5)      Izinkanlah manajer untuk menunggu pelanggan temporer.

6)      Hati-hatilah dalam memilih dan melatih seseorang yang akan berhubungan dengan pelanggan.

7)      Kembangkan pelayanan bagi karyawan sehingga komunikasi betu|~betu| mengarah pada pelanggan.

8)      Berikan insentif kepada karyawan yang betul-betul memberikan pelayanan istimewa kepada pelanggan .

 

  1. Kualitas

Kualitas harus mencrminkan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Ada enam macam

komponen Kualitas yaitu sebagai berikut.

1)      Ketepatan (reability), yaitu rata- rata kelalaianl pengabaian.

2)      Daya tahan (durabu/ity), yaitu berapa Iama barang dan jasa tersebut dapat dipakai/ bertahan.

3)      Mudah digunakan (ease of use), yaitu barang danjasa tersebut memberikan kemudahan untuk digunakan.

4)      Nama merek yang terkenal dan dipercaya (know and frusted brand name)

5)      Harga yang relatif rendah (price).

 

Sementara di bidang jasa pelayanan, konsumen ingin melihat jasa perusahaan yang mencerminkan beberapa karakteristik sebagai berikut.

1)      Jelas/ nyata (tangibles), yaitu jelas ada fasilitas, ada peralatan dan ada orang yang melayaninya.

2)      Ketepatan (reliability), yaitu memenuhi apa yang dikatakan itu seeuai dengan apa yang dilakukan atau tepat janji dan tepat pelayanan.

3)      Ketanggapan (responsivness), yaitu tanggap terhadap keinginan pelanggan.

Terjamin dan penuh empati (assurance and empathy), yaitu menimbuikan rasa aman dan senang.

4)      Terjamin dan penuh empati (assurance and empaty), yaitu menimbulkan rasa aman dan senang.

 

Pedoman penting untuk mencapai sasaran kualitas seperti di atas dapat dilakukan dengan Iangkah- Iangkah sebagai berikut ini.

  • Bangun kualitas kedalam proses.
  • Kembangkan tim kena dan sebar Iuaskan sampai departemen.
  • Mantapkan ikatan dengan pemasok Secara khusus.
  • Latihan manajer dan karyawan agar mereka berpartisipasi dalam program peningkatan kualitas.
  • Berikan insensif kepada orang yang bekerja berkualitas.
  • Kembangkan strategi perusahaan dalam perbaikan kualitas.
  1. Kesenangan

Memberikan pelayanan yang menyenangkan dengan memperhatikan hal-hal sebagai

berikut.

1) Lokasi usaha harus dekat.

2) Berikan kemudahan- kemudahan kepada pelanggan.

3) Tentukan jam kerja yang menyenangkan bagi pelanggan.

4) Tetapkan apakah barang perlu diantar atau tidak.

5) Berikan kemudahan untuk menggunakan cara kredit.

6) Latihlah karyawan untuk dapat melakukan transaksi dengan cepat, tepat, hemat,

sopan.

d .   lnovasi

lnovasi merupakan kekuatan bagi wirausaha dalam meraih sukses usahanya, sepefi produk baru, perbedaan teknik/ cara, dan pendekatan baru dalam memperkenalkannya.

 

  1. Kecepatan

Secara Hlosofi, kecepatan disebut 77me Compression Management (TCM), yang memili dua aspek :

1)   mempercepat produk- baru kepasar;

2) memperpendek waktu dalam merespons permintaan pelanggan baik dalam memproses produk maupun dalam mendistribusikan atau menyampaikannya.

Agar perusahaan yang mementingkan TQM dapat bersaing, hendaknya melakukan hal- hal sebagai berikut.:

1) Perbaharui keseluruhan proses agar Iebih cepat.

2) Ciptakan fungsi silang dari tim kerja, berikan kekuatan untuk memecahkan persoalan.

3) Arahkan tujuan Secara agresif untuk mengurangi waktu dan memperpendek jadwal.

4) Tanamkan budaya cepat.

5) Gunakan teknologi yang dapat mempercepat proses.

 

  1. Pelayanaan dan Kepuasaan Pelanggan

Cara menciptakan pelayanaan dan Kepuasaan pelanggan adalah sebagai berikut.

1) Dengarkan dan perhatikan pelanggan.

2) Tetapkan pelayanaan yang baik.

3) Tetapkan ukuran dan kinerja standar.

4) Berikan perlindungan dan hak-hak karyawan.

5) Latih karyawan cara memberikan pelayanaan yang istimewa.

6) Gunakan teknologi yang memberikan pelayanaan terbaik.

7) Berikan hadiah bagi pelayanaan terbaik.

 

  1. Produk (Product)
  2. Tahap Pengembangan

Aturan-aturan yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan produk, yaitu sebagd

berikut ini.

1)    Simplicity (sederhana)

Mudah dikenal dan digunakan oleh konsumen, seperti aiat-alat otomatis.

2)    Integrity (integritas)

Disain produk harus baik dari sejak awal sampai akhir pakai.

3)    Human focus (fokuskan pada orangnya)

Memperhatikan peranan kompletementer pemakai akhir untuk mendesain integritas.

4)    Sinergy (Berdaya juang)

Desain produk yang baik memerlukan kombinasi antara pengalaman, pengetahuan,

dan kecakapan dari suatu team professional.

5)    Creativity (kreativitas)

Keberhasilan produk sangat bergantung pada keahiian kreatif dari banyak orang.

6)    Risk (Risiko)

  1. Tahap Pengenalan

Pada tahap ini produk baru diperkenalkan kepada konsumen potensiai. Untuk memperkenalkan produk baru ini, promosi dan periklanan harus Iebih gencar agar produk ini dikenal oleh konsumen terutama konsumen potensial.

  1. Tahap Pertumbuhan Penjualan

Jika barang baru ini gagai menembus konsumen pada tahap perkenalan dan pertumbuhan,

barang tidak akan Iaku terjual.

  1. Tahap Kematangan

Volume penjualan terus meningkat dan profit margin mencapai puncaknya, tetapi kemudian

menurun karena masuknya pesaing baru ke pasar.

  1. Tahap Kejenuhan

Pada tahap ini penjualan mencapai puncaknya dan konsumen mulaijenuh terhadap produk tersebut. Oleh sebab itu, pada tahap ini inilah inovasi produk harus dimulai.

  1. Tahap Penurunan

Tahap ini merupakan Iingkaran akhir daur hidup produk. Hasil penjualan produk secara

terus menerus mulai menurun, produk-produk Iama mulai diobral dan cuci gudang, otomatis profit margin juga turun drastis.

  1. Tempat (Place)

Tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang paling strategis, menyenangkan dan efisien, dengan jalan :

  1. perbanyak saluran distribusi,
  2. tata Ietak usahanya, misal tata etalase dan posisinya,
  3. gunakan cara penyampaiannya barang seefisien mungkin, dan
  4. mengubah-ubah persediaan dari gudang yang satu ke gudang/ tempat yang Iain.

 

Ada dua saluran distribusi yaitu saluran distribusi untuk barang industri dan saluran distribusi untuk barang konsumsi. Saluran distribusi untuk barang-barang konsumsi, memiliki empat saluran distribusi, yaitu dari pabrik: 1) ke konsumen; 2) ke pedagang kecil Ialu ke konsumen 3) ke pedagang besar (grosir) Ialu ke konsumen ; 4) ke pedagang besar Ialu ke pedagang kecil/ eceran & retailer) dan ke konsumen. Keempat saluran distribusi tersebut tampak sebagai berikut :

 

Sementara itu, untuk barang-barang industri pada umumnya hanya ada dua salauran, yaitu 1) dari pabrik ke industri pemakai ; 2) dari pabrik ke pedagang besar (grosir) Ialu ke industri pema

 

  1. Harga (Price)

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memberikan harga yang menarik bagi konsumen, yaitu sebagai berikut.

  1. Menentukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan harga, yaitu

1) biaya penjualan dan biaya barang;

2) harga yang dimilki pesaing;

3) elastisitas permintaan barang.

  1. Memberikan potongan harga yang ben/ariasi, misalnya :

1) potongan penjualan tunai;

2) potongan penjualan dengan pembelian tunai;

3) sistem diskon/ hadiah;

  1. Memberikan keringan waktu pembayaran, dengan 3 cara :

1) pembayaran di muka;

2) pembayaran di belakang;

3) pembayaran kredit/ dicicil.

 

  1. Strategi Pemasaran : Bagi Usaha Baru

Penetrasi pasar adalah stanegi pemasaran untuk meningkatkan jumlah penjualan barang-barang dan jasa- jasa yang sudah ada dengan memperbesar usaha- usaha penjualan dan penjualan.

Staretegi pengembangan pasar mencoba meningkatkan penjnalan dengan memperkenalkan produk barang dan jasa yang ada pada pasar baru.

Strategi pengembangan produk mencoba meningkatkan penjualan dengan memperkenalkan produk dan jasa baru pada pasar yang sudah ada.

Segmentasi pasar merupakan strategi pemasaran yang sangat terkenal bagi usaha yang baru.

 

  1. Teknik Penentuan Harga : Untuk Produk Baru

Dalam menetapkan harga bagi produk baru, wirausaha hendaknya mencoba memuaskan tiga objek, yaitu sebagai berikut.

  • Hasilkan produk yang dapat diterima oleh konsumen potensial, tidak peduli berapa banyaknya.

2)    Pelihara pangsa pasar yang diakibatkan oleh tumbuhnya persaingan.

3)    Memperoleh Iaba.

 

  1. Teknik Penentuan Harga : untuk Barang Konsumsi

Tiga pilihan harga untuk menentukan harga terhadap barang-barang yang diproduksi, yaitu

1)    harga di atas harga pasar untuk produk yang sama;

2)    harga di bawah harga pasar;

3)    harga pada harga pasar.

 

  • Startegi Penetrasi Harga (Price Penetration)

Menetapkan harga di bawah harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalkan produk barunya ke pasar tempat terdapat penjual produk yang sama dan terdapat persaingan yang tinggi agar barang yang dihasilkan diterima oleh pasar.

  • Strategi Harga Skiming (Skiming Price)

Menetapkan harga di atas harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalka

produk baru ke pasar tempat terdapat sedikit sekali atau tidak ada pesaing sama sekali.

  • Strategi “ Sliding -Down- The- Demand- Curve“

Tujuan dari strategi ini adalah untuk merebut keunggulan bersaing melalui keunggulm

teknologi.

  • Strategi “ Follow -the- Leader- pricing“

Biasa dilakukan oleh pedagang kecil dengan mengamati berbagai kebijaksanaan harga pesaing dan harga individual dengan meninjau periklananya.

 

  1. Teknik Penentuan Harga : untuk Barang Industri

Strategi Cost- Plus Pricing

Digunakan hanya untuk barang-barang industri, yaitu dengan menambahkan profit margin yang dikehendaki terhadap biaya-biaya langsung sepedi biaya bahan baku.

ongkos tenaga kerja, biaya overhead, biaya penjualan, dan biaya penjualan dan biaya administrasi. Dalam menggunakan stategi cost- plus, harga penjualan (selling price) dapat dicari dengan rumus :

  • Pembiayaan Langsung dan Formulasi Harga

Pembiayaan yang langsung berhubungan dengan volume produksi, misalnya biaya

yang ditunjukkan untuk bahan baku, ongkos, tenaga kerja, dan overhead pabrik.

seperti sewa.

  • Penentuan Harga Jual Model Pulang Pokom (Break- Even)

Penentuan harga jual dalam model ini dilakukan dengan menghitung besamya

persentasi tertentu dari total penjualan yang digunakan untuk biaya variable.

 

 

 

 

Dalam keadaan “break even”,   Iaba = 0. Bila produk yang direncanakan 10.000 unit, dan biaya tetap sebesar Rp 20.000, harga jual pulang poko

 

  1. Teknik Penentuan Harga : untuk Jasa

Perusahaan jasa harus menentukan harga berdasarkan material yang digunakan untuk

menyediakan jasa, tenaga kerja, dan untuk memperoleh Iaba.

 

Alat-alat Penentuan Harga

1)   Mark-up, yaitu metode penentuan harga dengan cara menambahkan sejumlah

biaya tertentu pada penjualan untuk menambah Iaba dengan rumus :

2)  Analisis Pulang Pokok (Break Event Point)

Digunakan untuk menutupi biaya variable dan untuk menutupi biaya tetap dengan rumus:

6. Promosi

Promosi merupakan cara berkomunikasi kan barang- barang dan jasa yang akan ditawarkan supaya konsumen mengenal dan membeli. Ada beberapa jenis promosi, yaitu sebagai berikut.

  1. Periklanan.
  2. PromosiPenjualan.
  3. Wiraniaga.
  4. Pemasaran Iangsung.
  5. Humas.

 

  1. C. KIAT PEMASARAN : BAGI USAHA BARU
  2. Cari peluang pasar.

Langkah yang dilakukan untuk melihat ada atau tidak adanya peluang pasar yang dituju yaitu sebagai berikut.

  1. Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat sekitar.
  2. Kapan saja mereka membutuhkan barang.
  3. Lihat karakteristik konsumen.
  4. Bagaimana daya beli (kemampuan bayar) konsumen.
  5. Lihat ada pesaing atau tidak.
  6. Tempat yang tepat.

Cari tempat memasarkan barang yang cocok.

  1. Banyaknya barang yang dibutuhkan.
  2. 4. Tentukan target apa yang hendak kita capai.

 

Fungsi- fungsi Pemasaran : Bagi Usaha Baru

Beberapa kegiatan dalam lingkup pemasaran, yakni

  1. pembelian, memberi barang yang akan kita jual kembali;
  2. penyimpanan (penggudangkan);
  3. sortir dan pengemasan;
  4. penjualan.

 

  1. Rencanapemasaran (marketing plan)

Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus mengetahui seluk beluk atau konsep-konsep pemasaran dan segala informasi telah dikumpulkan, maka seorang wirausaha baru menulis marketing plannya.

  1. Menyusun marketing plan

Format marketing plan tentu tidak sama pada semua perusahaan, karena kegiatan uasahanya berbeda. Akan tetapi, yang penting adalah core strategy-nya, marketing plan memuat hal-hal sebagai berikut:

  1. Analisis situasi (S.W.O.T)
  2. Tujuan pemasaran (marketing objectives)
  3. Strategi inti (core strategy)
  4. Jadwal pelaksanaan (action plan)
  5. Anggaran pemasaran (marketing budget)
  6. Kontrol (control)

 

  1. Analisis (S.W.O.T)

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi :

  1. Kekuatan (Strengths)
  2. Kelemahan (Weaknesses)
  3. Peluang (Opportunities)
  4. Ancaman (Threats)

Yang dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan yang terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan ancaman baru.

 

  1. Konsep A I D A + S

Didalam setiap kegiatan bisnis harus diusahakan agar wirausahawan memprhatikan konsep AIDA+S, AIDA+S merupakan singkatan dari :

A         = Attention

I           = Interest

D         = Desire

A         = Action

S          = Satisfaction

Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh bisnis ysng dapat menarik hati konsumen/langganan. Misalnya kegiatan membuat suatu produk yang memuaskan konsumen, kegiatan melayani konsumen pada sebuah pertokoan atau kegiatan-kegiatan lainnya.

Pertama kali konsumen berhubungan dengan perusahaan tertentu muncul terlebih dahulu perhatian (Attention) misalnya pada saat konsumen lewat didepan sebuah toko. Konsumen tersebut memperhatikan satu jenis barang yang dipajangkan dietalase toko. Kemudian konsumen tersebut timbul minatnya (Interest), lalu dia masuk ke dalam toko. Setelah masuk kedalam toko dia masuk mencari pelayan dan minta diambilkan barang yang dia ingini. Ini berarti keinginannya (Desire) makin meningkat. Kemudian dia menanyakan berapa harganya, lalu tawar-menawar, cocok harga, langsung dibayar di kas (Action). Setelah barang dibawa pulang ke rumah lalu dipakai (seandainya bentuk pakaian atau dimakan dalam bentuk makanan. Setelah barang tersebut dikonsumsi maka muncul dua keinginan konsumen tersebut puas atau tidak puas.

Tujuan dari setiap pemasaran ialah menimbulkan kepuasan bagi konsumen. Jika konsumen puas terhadap barang tersebut atau terhadap pelayanan toko tersebut maka konsumen akan melakukan pembelian ulang. Jika konsumen tidak puas maka dia tidak akan melakukan pembelian ulang dan akan memberikan reaksi negatif serta menginformasikan reaksi negatif itu kepada keluarganya, sahabatnya, sehingga, sehingga pemasaran produk tersebut tidak mencapai sasaran. Hal ini dapat menimbulkan kegagalan bagi perusahaan.

 

  1. Wirausaha Harus Melaksanakan Konsep Pemasaran

Ada lima konsep yang berkembang yaitu konsep produksi (production consept), Konsep produk (product consept), konsep penjualan (selling cosept), konsep pemasaran (marketing consept), konsep sosial (sosietal consept).

Evolusi yang terdapat dalam perkembangan kehidupan manajemen ialah :

  • Konsep Produksi (Production Consept)

Konsep produksi bertitik tolak dari anggapan, bahwa konsumen ingin produk yang harga murah dan mudah didapatkan dimana-mana,. Produsen yang menganut konsep ini, akan membuat produksi secara massal, menekankan biaya dengan efisiensi tinggi, sehingga harga pokok pabrik bisa ditekan dan harga jual lebih rendah dari saingan.

  • Konsep Produk (Product Consept)

Pada saat barang masih langka di pasar, maka produsen memusatkan perhatian pada teknis pembuatan produk saja. Produsen belum memperhatikan selera konsumen. Produsen hanya membuat barang dengan to please onself, hanya menuruti bagaimana selera prosusen sendiri. Produsen hanya melihat kecermin, tidak melihat jendela. Orang melihat cermin hanya memperhatikanwajahnya saja, yaitu ia membuat barang yang cocok dengan kemauannya. Lain halnya dengan melihat jendela, berarti melihat orang yang berada di luar/di jalan, produsen memperhatikan orang lain.

  • Konsep Penjualan (Selling Cosept)

Disini produsen membuat barang, kemudian harus menjual barang itu, denagn berbagai teknik promosi. Hal yang penting disini ialah adanya kegiatan promosi secara meksimal. Paham dari konsep ini aialah, konsumen pasti akan mau membeli barang, bila mereka dirangsang untuk membeli. Promosi besar-besaran adalah merupakan ciri khas dari selling concept.

  • Konsep Pasar (Marketing Consept)

Disini produsen tidak sekedar membuat barang, tidak pula asal melancarkan promosi. Akan tetapi, produsen memusatkan perhatian pada perhatian konsumen, produsen memperhatikan needs dan wants dari konsumen. Dalam hal ini produsen tidak lagi melihat cermin tetapi dia meliahat jendela. Dengan melihat jendela berarti dia memeperhatikan orang yang berada diluar bagaimana gerak-gerik, perilaku, dan kebiasaan-kebiasaan, selera konsumen. Jadi produsen tidak hanya memperhatikan kebutuhan konsumen, tetapi juga memperhatikan apa keinginan konsumen. Konsumen tidak hanya sekedar membeli fisik barang, tetapi yang mengharapkan sesuatu dari barang itu, ini yang disebut dengan wants, yaitu ada sesuatu yang lain yang diharapkan setelah membeli barang tersebut. Jika ini dapat dipuaskan, maka kegiatanmerketing perusahaan akan mencapai sukses.

  • Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial (Sosial Concept) Responsibility

Tingkat orientasi pada rasa tanggung jawab sosial dan kemanusiaan,. Krena banyaknya kritik dan sorotan dari luar perusahaan, baik yang datang dari pemerintah, maupun dari masyarakat melalui lembaga konsumen, maka perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral, untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya. Tanggung jawab sosial ini dalam artiluas, harus menghasilkan barang yang baik tidak merusak kesehatan masyarakat. Menggunakan seumber daya alam secara bertanggung jawab, selalu menjaga kebersihan air dan kebersihanudara dari ancaman polusi, mengurangi kebisingan oleh mesin pabrik. Smeua ini harus dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang baik dan tenteram dengan penuh rasa tanggung jawab tidak mementingkan keuntungan perusahhan semata.

Artinya konsep marketing yang berwawasan sosial adalah konsep yang berusaha memenuhi kebutuhan keinginan dan minat konsumen sehingga dapat memenuhi kepuasan konsumen secara efisien dan efektif dan membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

  1. Tiga Komponen Marketing Consept

Sasaran utama marketig konsept ialah kepuasan konsumen. Untuk mencapai sasaran tersebut, ada tiga komponen penting yaitu cutomer needs and wants, organizationally integrated marketing strategi and goals (Bygrave 1994:68). Inti dari marketing konsep ini ialah bukan membuat konsumen mengikuti keinginan produsen, tapi sebaliknya mengharuskan produsen memahami dan berusaha mengikuti selera konsumen.

Marketing mulai dengan pertanyaan apakah yang ingin dibeli oleh konsumen? Jawabannya adalah kepuasan. Konsumen mencari nilai dan terpenuhi keinginannya.

Komponen kedua yang membentuk marketing consept ialah organisasi yang terintegrasi, yang utuh. Walaupun bisnis sudah bertumbuh dari hanya beberapa orang pendiri telah memiliki ratusan karyawan, namun harus tetap satu arah yaitu customer focus. Semua orang dari segala bidang, harus mempunyai pandangan sama, langsungatau tidak langsung harus selalu membuat konsumen mempunyai persepsi yang baik terhadap perusahaan. Langkah-langkah yang agak filosofis ini memberikan fondasi yang kuat untuk mengembangkan customer oriented, dalam sebuah organisasi perusahaan.

Komponen ketiga ialah goal achievement. Memang tujuan perusahaan ialah meningkatkan volume penjualan, tapi jangan hanya menekankan penigkatan volume, juga harus membuat kegiatan marketing lebih efektif yang menunjang terhadap penjualan yang menguntungkan. Tujuannya lainnya ialah meningkatkan image terhadap perusahaan, dan memprluas marketing share.

Untuk mengimplementasikan marketing consept, maka perusahaan harus memiliki informasi yang lengkap tentang keinginan konsumen, agar produk yang dijual cocok dengan selera konsumen dan dapat terjual dengan sendirinya. Sekarang ini konsumen jauh beda denagn konsumen zaman dulu. Mereka sekarang ini sangat sensitif terhadap berbagai hal, seperti model, kualitas, harga, tempat belanja, layanan, dsb. Mereka ingin dilayani cepat dan lebih baik, jika tidak mereka akan lari kepenjual lain.

  1. Mengutamakan Pelanggan

Lebih dari 35 tahun yang lalu Peter Drucker telah menyatakan bahwa tugas utama perusahaan adalah untuk menciptakan pelanggan. Pada saat ini perusahaan saling bersaing memperebutkan para pelanggan. Dalam situasi Buyer market (pembeli menjadi raja), perusahaan harus berjuang untuk mencari dan memelihara langganannya.

Untuk memelihara langganan maka tentu saja langganan harus memperoleh kepuasan melalui nilailebih yang diterimanya dibandingakan dengan uanag yang dia keluarkan untuk memperoleh sesuatu barang.

Artinya kepuasan adalah rasa senang, lega, atau kecewa pelanggan yang membandingkan kesannya terhadap produk atau jasa yang dia beli dihubungkan dengan manfaat yang dia harapkan.

Untuk menjaga kepuasan pelanggan tersebut meka perusahaan mencoba melakukan apa yang disebut dengan integrated marketing (pemasaran terpadu). Philip Kotler, (1997:23) menyatakan bahwa : When all the company’s departmen work together to serve the customer’s interests, the result is integrated marketing. Jadi integrated marketing ini berarti suatu keterpaduan diantara para karyawan secara bersama-sama ,memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen. Oleh sebabitu, seorang pemimpin perusahaan (seorang wirausaha) harus membanahi, mendidik para karyawannya agar semuanya mempunyai arah, sikap, sasaran untuk memuaskan konsumen.

  1. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah meilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.

Perusahaan perlu menetapkan strategi dasar atau disebut grand strategy atau strategi inti. Jika grand strategi ini sudah benar maka diharapkan perusahaan dapat menguasai market share yang luas ataupun market position yang mantap. Market share atau pangsa pasar artinya penguasaan luas pasar. Sedangkan market position ialah kedudukan yang kokoh dari suatu produk pada suatu pasar. Misalnya mobil-mobil buatan jepang memiliki pangsa pasar yang luas sedangkan mobil-mobil buatan jerman meiliki market position yang tidak tergoyahkan.

Dalam menyusun strategi pemasaran ada dua variabel utama yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

  • Variabel yang dapat dikontrol
  • Variabel yang tidak dapat dikontrol oleh pengusaha.

 

  • Variabel yang dapat dikontrol oleh wirausahan adalah:
  • Market segmentation
  • Market budget
  • Timing
  • Market mix

 

  • Marketing segmentation

Di sini pengusaha harus menetapkan strategi arah sasaran dari pemasrannya. Apakah sasaran pemasarannya ditujukan ke seluruh lapisan masyarakat konsumen, atau hanya menetapkan segmen pasar tertentu saja.

Ada berbagi cara untuk menyusun segmen pasar, antara lain:

  1. Berdasarkan Geografis

Dalam hal ini pasar dapat di pilah-pilah berdasarkan kebangsaan, propinsi, kota, dan sebagainya.

  1. Berdasarkan Demografis

Dalam hal ini pasar di bagi atas variabel-variabel jenis kelamin, umur, jumlah anggota keluarga, pendapatan, jabatan, pendidikan, agama, suku, dan sebagainya.

  1. Berdasarkan Psikografis

Dalam hal ini pasar dipilah-pilah berdasarkan kelompok-kelompok kelas social, gaya hidup, keprbadian.

  1. Berdasarkan Perilaku

Segmentasi ini berdasarkan atas pegetahuan, sikap, pemakaian atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk, untuk membentuk segmentasi perilaku ini maka perlu dipertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Kejadian : maksudnya kapan permintaan terhadap sesuatu.
  • Manfaat : tentang manfaat masyarakat membeli suatu produk.
  • Status pemakai : pemakai pertama kali, pemakai tetap, atau pemakai potensial dari suatu produk.
  • Tingkat pemakaian : kelompok pemakai ringan, sedang, dan pemakai berat.
  • Kesetiaan : kesetiaan kelompok masyarakat tertentu terhadap merek tertentu, sifat kesetiaan ini harus diciptakan oleh para pengusaha

 

  • Market Budget

Strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing sangat mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Pada umumnya bila dana bertambah untuk kegiatan marketing maka jumlah penjualan meningkat. Namun tidak selalu demikian, bahwa peningkatan dana kegiatan marketing tidak otomatis akan meningkatkan jumlah penjualan. Berapa besarnya jumlah anggaran belanja marketing, sangat tergantung pada barang yang dipasarkan, dan sesuai pula dengan pengalaman pengusaha.

  • Timing

Di sini para pengusaha harus menjaga waktu, kapan ia harus melancarkan pemasaran barang-barangnya, atau kapan sebuah toko atau restoran harus dibuka. Di sinilah letaknya ungkapan Time is Money, waktu itu adalah uang, siapa dulu ia dapat. Jika kita sudah mulai, kita tidak boleh lengah terhadap kemungkinan masuknya saingan baru, dengan cara selalu menjaga mutu barang, pelayanan, dan sebagainya.

  • Marketing Mix

Marketing Mix berarti bauran pemasaran yaitu kegiatan mengkombinasikan berbagai kegiatan marketing agar dicapai kombinasi maksimal dan hasil yang memuaskan. Ada 7 elemen yang menjadi komponen marketing mix, yang di kenal dengan 7P, elemen 7P ini terdiri atas 4P tradisional berlaku untuk pemasaran barang dan 3P lagi tambahan untuk pemasaran jasa.

P1 = Product

Produk adalah merupakan titik sentral dari kegiatan marketing, jika marketing tidak diikuti oleh produk yang bermutu dan disenangi oleh konsumen maka kegiatan marketing mix ini tidak akan berhasil. Oleh sebab itu perlu diteliti produk apa yang akan dipasarkan bagaimana selera konsumen masa kini perlu mendapat perhatian yang serius.

P2 = Price

Maslah kebijakan harga turut menentukan keberhasilan pemasaran produk, harga yang dimaksud di sini bukan berarti harga yang murah saja ataupun harga tinggi akan tetapi yang dimaksudkan adalah harga yang tepat.

P3 = Place = Saluran distribusi

Sebelum produsen memasarkan produknya, maka sudah ada perencanaan tentang pola distribusi yang akan dilakukan. Di sini penting sekali perantara dan pemilihan saluran distribusinya. Perantara ini adalah sangat penting karena dalam segala hal merekan berhubungan dengan konsumen.

P4 = Promotion

Anntara promosi dan produk, tidak dapat dipisahkan, ini dua sejoli yang saling brangkulan untuk suksesnya pemasaran. Di sini ada keseimbangan, produk baik, sesuai dengan selera konsumen, di barengi dengan teknik promosi yang tepat akan sangat membantu suksesnya usaha marketing.

Termasuk di dalam kombinasi promosi ini adalah kegiatan-kegiatan advertising, personal selling, promosi penjualan, publicity, yang kesemuanya oleh perusahaan dipergunakan untuk meningkatkan penjualan.

P5 = People

Adalah unsur orang/manusia yang melayani terutama dalam perusahaan yang menjual jasa.

P6 = Physical Evidence

Artinya bukti fisik yang dimiliki oleh perusahaan jasa.

P7 = Process

Yaitu bagaimana proses dilakukan sampai jasa yang diminta oleh konsumen diterima secara memuaskan.

  • Variabel yang tidak dapat dikontrol oleh pengusaha adalah:
  • Keadaan persaingan, sulit bagi seorang pengusaha meramalkan kapan akan muncul saingan baru dalam produk yang sama.
  • Perkembangan teknologi, kapan akan muncul teknologi baru yang membuat proses produksi lebih efisien dan lebih bagus juga sulit diduga.
  • Perubahan demografi, kecendrungan perubahan penduduk juga sulit diantisipasi karena data perubahan penduduk ini sulit diperoleh.
  • Kebijakan politik dan ekonomi pemerintah, perubahan-perubahan peraturan pemerintah juga sulit diantisipasi oleh para pengusaha.
  • Sumber daya alam, sulit meramalkan kapan sumber daya alam akan habis atau kapan kapan ditemukan sumber daya alam yang baru.

Walaupun variabel-variabel di atas dianggap sebagai variabel yang tidak dapat di awasi, namun dalam beberapa aspek sebenarnya bisa diramalkan atau dirasakan oleh pengusaha berdasarkan pengalaman-pengalamannya dalam dunia bisnis selama ini.

 

  1. Market intelligent

Market intelligent ini termasuk dalam rangka pengumpulan informasi pemasaran. Perusahaan harus mempunyai data yang merupakan informasi pemasaranyang sangat dibutuhkan oleh manajer perusahaan. System informasi pemasaran merupakan kegiatan orang-orang, peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi secara tepat, akuratyang dibutuhkan oleh pembuat keputusan pemasaran. Informasi pemasaran ini dapat diperoleh dari dalam perusahaan (internal) maupun luar perusahaan (eksternal).

Informasi internal dapat diperoleh dari karyawan, dokumen, catatan penjualan pada periode teretentu. Sedangkan informasi dari luar dapat diperoleh dari berbagai sumber agen, tenaga penjual, toko pengecer, konsumen dan lain-lain.

  1. Mega marketing

Mega marketing adalah koordinasi yang strategi dari keahlian ekonomi, psikologi, politik, dan keahlian public relation untuk mendapatkan kerjasama dari berbagai pihak untuk memasuki suatu pasar tertentu.

 

  1. ASPEK PEMASARAN

Aspek pemasaran dalam kewirausahaan adalah aspek-aspek yang harus diperhatikan sebelum memulai sebuah usaha. Nantinya aspek pemasaran tersebut akan menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan sebuah usaha. Ada beberapa aspek dalam pemasaran yaitu :

  1. Spesifikasi produk dan product differentiation

Produk adalah setiap hal yang bisa berupa barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Barang atau jasa ini diharapkan dapat memenuhi apa yang mereka butuhkan sekaligus memberikan mereka kepuasan. Hal-hal tentang detail mengenai produk yang akan ditawarkan kepada konsumen merupakan bagian dari aspek pemasaran. Spesifikasi produk tersebut misalnya saja bagaimana bentuknya secara fisik, apa mereknya, bagaimana produk tersebut dikemas, apakah disertai garansi dan lain sebagainya.

  1. Segmentasi pasar

Jika analisis spesifikasi produk dan perbedaannya didasarkan pada pemisahan dan pengkhususan produk-produk, maka segmentasi pasar analisanya berdasarkan pemisahan dan pengkhususan pada calon kelompok pembeli potensial.

  1. Kriteria dan Faktor Penyusun Segmentasi Pasar

Sebuah perusahaan harus memiliki dan mempelajari kriteria tertentu agar perusahaan tersebut mendapatkan posisi lebih unggul dibandingkan perusahaan pesaing. Nantinya setiap kriteria yang digunakan oleh perusahaan ini harus dibuat ukuran-ukuran yang sesuai.

  1. Faktor Pendukung

Sebuah segmen pasar yang memiliki ciri khusus adalah segmen pasar yang belum terlayani atau sudah dilayani namun belum pada tingkat yang maksimal. Setidaknya ada 3 hal yang bisa mendukung segmentasi pasar agar lebih efektif. Faktor pendukung tersebut adalah measurability, accessibility dan substantiality.

  1. Measurability adalah informasi mengenai sifat-sifat pembeli tentang sejauh mana sifat mereka tersebut dapat diukur.
  2. Accessibility yaitu dimana sebuah perusahaan dapat mampu secara maksimal memusatkan usaha memasarkan suatu produk pada segmen pasar tertentu.
  3. Substantiality yang mana merupakan tingkat dimana sebuah segmen cukup luas dan besar untuk melakukan kegiatan pemasaran sendiri.
  4. Analisa pasar dan peramalan permintaan.

Analisa pasar merupakan bagian dari analisis aspek pemasaran yang mana merupakan langkah pertama yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan. Langkah ini dibutuhkan untuk mengatur dan merencanakan sebuah strategi yang pas dan sesuai dengan kondisi pasar.

 

REKAM MEDIS

REKAM MEDIS

 

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia catatan medis (rekam medis) adalah : ”Keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan  fisik,  laboratorium,  diagnosa  segala  pelayanan  dan  tindakan  medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat” (Dirjen Yandmed, 1997)

 

 

Menurut APKIES IRIS Pada  http://www.apkies.com/Iris.html (2000) Rekam medis adalah suatu profesi yang sangat penting dalam masa-masa pembangunan kesehatan yang mengandalkan profesionalisme, terutama ketika Undang-undang Perlindungan Konsumen telah berjalan efektif. Kehadiran profesi ini telah diperlukan karena tuntutan hukum telah semakin sering dilakukan terhadap dokter

dan fasilitas pelayanan kesehatan.

 

  1. Akurat, menggambarkan proses dan hasil akhir pelayanan yang diukur secara benar.
  2. Lengkap,   mencakup   seluruh   kekhusuan   pasien   dan   sistem   yang dibutuhkan dalam analisis hasil ukuran.
  3. Terpercaya, dapat digunakan dalam berbagai kepentingan.
  4. Valid atau sah sesuai dengan gambaran proses atau produk hasil akhir yang diukur.
  5. Tepat waktu, dikaitkan dengan episode pelayanan yang terjadi.
  6.  Dapat digunakan untuk kajian, analisis dan pengambilan keputusan.
  7. Seragam,  batasan  sebutan  tentang  elemen  data  yang  dibakukan  dan konsisten penggunaanya di dalam maupun luar organisasi.
  8. Dapat dibandingkan dengan standar yang disepakati dan diterapkan. i.   Terjamin kerahasiaannya
  9.  Mudah diperoleh melalui sistem komunikasi antar yang berwenang.

 

Tujuan Rekam Medis

 

Menurut Depkes RI (1997) adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi rumah sakit akan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Tanpa didukung suatu sistem pengelolaan rekam medis yang baik dan benar, mustahil tertib administrasi rumah sakit akan berhasil sebagaimana yang diharapkan. Sedangkan tertib administrasi merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam upaya pelayanan kesehatan yang bermutu di rumah sakit.

 

Kegunaan Rekam Medis

 

Kegunaan rekam medis dapat dilihat berbagai aspek. Secara umum kegunaan rekam medis menurut Depkes RI, 1997 yaitu :

  1. Sebagai alat komunikasi antar dokter dengan tenaga ahli lainnya yang ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan pengobatan, serta perawatan terhadap pasien.
  2. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan atau perawatan yang harus diberikan kepada seorang pasien.
  3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan, perkembangan penyakit dan pengobatan selama pasien berkunjung atau dirawat dirumah sakit
  4. Sebagai  bahan  yang  berguna  untuk  analisa,  penelitian  dan  evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Penyusutan Rekam Medis

 

Penyusutan rekam medis adalah suatu kegiatan pengurangan arsip dari rak penyimpanan dengan cara :

  1. a)  Memindahkan arsip rekam medis in aktif dari rak aktif ke rak in aktif dengan cara memilah pada rak penyimpanan sesuai dengan tahun kunjungan.
  2. b)  Memikrofilmkan berkas rekam medis in aktif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. c)  Memusnahkan  berkas  rekam  medis  yang  telah  dimikrofilm  dengan cara tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Tujuan penyusutan arsip :

 

  1. a)  Mengurangi jumlah arsip rekam medis yang semakin bertambah
  2. b) Menyiapkan  fasilitas  yang  cukup  untuk  tersedianya  tempat penyimpanan berkas rekam medis yang baru.
  3. c)  Tetap  menjaga  kualitas  pelayanan  dengan  mempercepat  penyiapan rekam medis jika sewaktu–waktu diperlukan.

 

  1. d)  Menyelamatkan arsip yang bernilai guna tinggi serta mengurangi yang tidak bernilai guna / nilai guna rendah atau nilai gunanya telah menurun.

 

Pemusnahan arsip rekam medis

 

adalah suatu proses kegiatan penghancuran secara fisik arsip rekam medis. Penghancuran  harus  dilakukan  secara  total  dengan  cara  membakar  habis, mencacah atau daur ulang sehngga tidak dapat lagi dibaca.

Ketentuan pemusnahan rekam medis  :

 

  1. a)  Dibentuk tim pemusnah arsip dengan surat keputusan direktur yang beranggotakansekurang–kurangnya ketatausahaan, unit penyelenggaraan rekam medis, unit pelayanan dan komite medik.
  2. b)  Rekam medis mempunyai nilai guna tertentu tidak dimusnahkan tetapi disimpan dalam jangka waktu tertentu.
  3. c)  Daftar arsip rekam medis yang akan dimusnahkan oleh tim pemusnah dilaporkan kepada direktur rumah sakit dan Direkotrat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehetan RI.
  4. d)  Berita  acara  pemusnahan  dikirim  kepada  pemilik  rumah  sakit  dan kepada Direkotrat

 

Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasien pada fasilitas pelayanan kesehatan. Rekam medis sebagai bukti tertulis yang mengandung nilai administrasi, Legal, Finansial, Riset, Edukasi, Dokumen, Akurat, Informatif dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Manajemen Pelayanan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan adalah kegiatan menjaga, memelihara dan melayani rekam medis baik secara manual maupun elektronik sampai menyajikan informasi kesehatan di rumah sakit, praktik dokter klinik, asuransi kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan dan lainnya yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan menjaga rekaman. Perekam Medis adalah seorang yang telah lulus pendidikan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sesuai ketentuan peraturan perundang undangan. Dalam melakukan pekerjaannya, Perekam Medis wajib melakukan proses pencatatan/perekaman sampai dengan pelaporan. Pencatatan/perekaman tersebut wajib disimpan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bentuk pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang dilakukan oleh Perekam Medis meliputi:

  1. Pelayanan rekam medis berbasis kertas (paper based document);
  2. Pelayanan rekam medis manual dan registrasi komputerisasi;
  3. Pelayanan manajemen rekam medis dan informasi kesehatan;
  4. Pelayanan sistem informasi kesehatan terpadu; dan
  5. Pelayanan manajemen informasi kesehatan elektronik dengan menggunakan perangkat informatika kesehatan.

Hak dan Kewajiban Perekam Medis

Dalam menjalankan pekerjaannya, Perekam Medis  mempunyai hak :

  1. Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan pekerjaan rekam medis dan informasi kesehatan sesuai standar profesi Perekam Medis;
  2. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan/atau keluarganya;
  3. Melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi;
  4. Menerima imbalan jasa profesi; dan
  5. Memperoleh jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan pekerjaannya, Perekam Medis mempunyai kewajiban :

  1. Menghormati hak pasien/klien;
  2. Menyimpan rahasia pasien/klien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. Memberikan data dan informasi kesehatan berdasarkan kebutuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  4. Membantu program pemerintah dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat; dan
  5. Mematuhi standar profesi, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional.

Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib melaporkan Perekam Medis yang bekerja dan berhenti bekerja di fasilitas pelayanan kesehatannya pada tiap triwulan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada Organisasi Profesi. Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota wajib melaporkan Perekam Medis yang bekerja di daerahnya setiap 1 (satu) tahun kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.

Setiap perekam medis yang menjalankan pekerjaan rekam medis dan informasi kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus memiliki STR Perekam Medis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Standar Profesi Perekam Medis yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan PMK Nomor 55 Tahun 2013 dan belum ditetapkan yang baru oleh Organisasi Profesi.

Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, MTKI, dan MTKP melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pekerjaan Perekam Medis dengan mengikutsertakan Organisasi Profesi. Pembinaan dan pengawasan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan oleh Perekam Medis.

Dalam rangka pelaksanaan pengawasan Menteri Kesehatan, pemerintah daerah provinsi atau kepala dinas kesehatan provinsi dan pemerintah daerah kabupaten kota/kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dapat memberikan tindakan administratif kepada Perekam Medis yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penyelenggaraan pekerjaan Perekam Medis. Tindakan administratif tersebut berupa:

  1. Teguran lisan;
  2. Teguran tertulis; dan/atau
  3. Pencabutan SIK Perekam Medis.

Pemerintah daerah kabupaten/kota atau kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dapat memberikan sanksi berupa rekomendasi pencabutan STR Perekam Medis kepada MTKI melalui MTKP terhadap Perekam Medis yang melakukan pekerjaan tanpa memiliki SIK Perekam Medis. Pemerintah daerah kabupaten/kota atau kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dapat memberikan sanksi teguran lisan, teguran tertulis sampai dengan pencabutan izin Fasilitas Pelayanan Kesehatan kepada pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang mempekerjakan Perekam Medis yang tidak mempunyai SIK Perekam Medis.

 

 

http://www.infokesonline.com/penyelenggaraan-rekam-medis/

http://www.stikesmuhbojonegoro.ac.id/index.php/main/article/read/38/artikel-kesehatan-rekam-medis

 

Esgul Welcoming Days

ESGUL WELCOMING DAYS
Dalam rangka penyambutan Mahasiswa Baru Tahun 2018, Universitas Esa Unggul menyelenggarakan ESGUL WELCOMING DAY 2018 Sedarah Seirama. Acara yang yang berlangsung di lingkungan Kampus Universitas Esa Unggul dimulai pada Senin, 27 Agustus 2018 hingga Rabu, 29 Agustus 2018 sangat meriah. Rangkaian acara disajikan dengan penuh semangat yang dibuka oleh Rektor UEU, Dr. Ir. Arief Kusuma, MBA. Rektor berharap mahasiswa baru dapat mengenal lingkungannya dengan baik, dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.Jadikanlah kampus sama dengan di rumah sendiri, dimana kita harus menjaga, merawat lingkungan kampus yang sehat, aman dan nyaman demikian harapan Rektor UEU. “Esgul Welcoming Days 2018 merupakan tradisi tahunan Kampus Emas dalam menyambut mahasiswa baru. Berawal dari ajang Esgul Welcoming Days 2018 ini kita ciptakan suasana kebersamaan dan rasa kekeluargaan sebagai keluarga besar Civitas Akademika Universitas Esa Unggul,” papar Rektor UEU. “Saya minta mahasiswa baru ikut mendukung kampus kita yang bebas narkoba, kalau ada yang melihat praktik-praktik penggunaan ataupun peredaran narkoba, tolong segera laporkan agar kampus ini benar-benar sesuai slogan kita: Universitas milik kita semua,” kata Arief Kusuma. Ia menambahkan, UEU merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan telah banyak memberikan kontribusi yang besar di dalam pembangunan Republik Indonesia. “Kita menjadi salah satu Universitas pelopor dalam berbagai bidang ilmu kesehatan dan merintis program kerjasama international. Sebagai Rektor saya mengharapkan ke depan agar para alumni Universitas Esa Unggul dapat pula menjadi pelopor dan memegang peranan penting di setiap sektor,” paparnya. UEU, lanjutnya, melakukan suatu lompatan yang sangat besar dan inovatif dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Mahasiswa baru angkatan 2018 ini akan banyak mempunyai kesempatan dan berinteraksi dengan program baru seperti E-learning, Kurikulum 3,5 tahun, pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), pelatihan kepemimpinan, Seminar Softskill, kuliah umum dan lain-lain yang nantinya akan menambah wawasan dan intelektual mahasiswanya sebagai manusia yang unggul. Oleh karena itu mahasiswa harus beprestasi agar menjadi kebanggan orang tua yang sudah susah payah membiayai hingga mencapai pendidikan tinggi.
Pada hari pertama EWD, Dilakukannya upacara opening Esgul Welcoming Days dan pertunjukan dari berbagai macam UKM yang ada di Universitas Esa Unggul dan seminar Anti Korupsi di Kemala Ballroom Universitas Esa Unggul dan saya berkenalan dengan teman yang bernama Ahmad Hikmi Aldio Rabnah , Fatkur Ridho.
Hari kedua, perkenalan macam-macam organisasi yang ada di Universitas Esa Unggul
Hari Ketiga, puncak dari acara Esgul Welcoming Days ada seminar dan penampilan-penampilan dari UKM yang ada di Universitas Esa Unggul dan ada acara music hiburan diakhir acara yaitu penampilan dari Souljah.

INTRODUCING

Nama saya adalah Iqbal Tri Putra, Lahir di Tangerang, 28 Oktober 2000, saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Iqbal adalah panggilan akrab, saya terlahir di keluarga yang sangat sederhana, Ayah seorang Wiraswasta, sedangkan Ibu seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil saya selalu di nasehati oleh ayah untuk selalu rajin beribadah, jujur dan baik terhadap sesama.

Ketika berumur 6 tahun, saya memulai pendidikan di SDN 04 Pondok Betung, Tangerang Selatan, kemudian setelah lulus saya melanjutkan pendidikannya di SMP Perwira Jakarta di tahun 2012. Selepas lulus dari SMP di tahun 2015, saya melanjutkan pendidikan di SMKS Kartika X-2 Kota Jakarta.

Setelah lulus nanti lelaki berkulit coklat manis ini berencana untuk melanjutkan kuliah di jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul (UEU) Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Selama saya mengenyam pendidikan di SMK, saya tidak pernah terpikir sedikitpun untuk meneruskan pendidikan saya ke Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Karena awalnya saya ingin menjadi seorang Akuntan. Tapi pada saat saya mencari informasi tentang jurusan kesehatan, disana terdapat tentang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan ,karena saya baru mengetahui adanya Jurusan tersebut saya mencari informasi tentang Rekam Medis.  Saya mencari tahu apa itu Rekam Medis? Bagaimana prospek kedepannya Rekam Medis?.  Saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu   Rekam Medis dan alasan saya memilih jurusan ini, Mengapa saya mengambil jurusan Rekam Medis? Rekam Medis adalah  sebuah catatan atau berkas yang berisikan sebuah perekaman hasil pengobatan pasien.  Catatan tersebut berupa identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain kepada pasein pada sarana kesehatan.  Kegunaan Rekam Medis sangat diperlukan bagi pelayanan kesehatan terutama pada Rumah Sakit, karena dengan adanya rekam medis para dokter akan terbantu dalam memberikan pelayanannya kepada pasien. Selain itu prospek kedepannya untuk lulusan rekam medis sangat bagus, masih sangat dibutuhkan, sebelum lulus kuliah saja sudah banyak Rumah Sakit yang meminta untuk kerja.   Itu alasan mengapa saya ingin mengambil jurusan ini, karena daya saing di era globalisasi ini sangat ketat untuk mencari pekerjaan, saya melihat ada peluang yang besar  untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus nanti engan mengambil jurusan ini.